Langsung ke konten utama

Postingan

Menyapa Ibu Mertua, Sedahsyat Itu ...

Setelah menikah, otomatis ibunya suami juga akan menjadi ibu kita. Sehingga kita akan punya dua ibu yang kekerabatannya amat sangat dekat dengan kita. Saranku, akrablah dengan beliau!  Jika kamu mendapati suamimu sulit mendengarkan nasihat yg bersumber dari petunjuk hatimu, hubungi dan berbaik-baiklah dengan ibu mertuamu. Beruntunglah jika ibu mertuamu masih ada. Karena, kedamaian dan kesentosaan keluargamu masih dapat diusahakan lewat doanya beliau.  Aku terkejut ketika curhatanku tentang apa yang kuresahkan, direspon support yang positif. Aku tak menyangka ibu mertuaku merespon sebijak dan sebaik itu padahal aku mengeluh tentang anaknya.  Dalam pernikahan, ada banyak sisi tempat pengambilan keputusan. Entah menyangkut sekolah anak, kegiatan yang boleh istri ikuti, kebiasaan suami, atau alokasi keuangan.  Misal dalam hal keuangan suami tidak jujur mengalokasikan pemanfaatannya terhadap kita dan anak-anak, malah dipinjamkan ke temannya sehingga ada hak-hak yang dila...

Tiga Perkara yang Penting Bagi Hamba Allah

Abu Hurairah menyatakan bahwa Rasulullah pernah bersabda: "Ada tiga perkara yang menyelamatkan dari siksa Allah, tiga perkara yang merusak, tiga perkara yang meninggikan derajat di Akhirat, dan tiga perkara yang menghapus dosa." Tiga hal yang menyelamatkan adalah: 1. Takut kepada Allah saat sendirian maupun di tempat ramai 2. Hemat, baik saat tidak punya apa-apa maupun saat berkecukupan 3. Adil, baik saat ridho maupun benci Tiga hal yang merusak:  1. Terlalu bakhil 2. Menuruti hawa nafsunya 3. Bangga terhadap diri sendiri Tiga hal yang meninggikan derajat: 1. Mengucapkan salam, baik kepada orang yang dikenal maupun yang tidak 2. Memberi makan bagi tamu dan orang yang lapar 3. Salat malam di saat orang sedang tidur Adapun tiga hal yang menghapus dosa adalah: 1. Menyempurnakan wudhu meskipun cuaca sangat dingin 2. Melangkahkan kaki untuk shalat berjamaah 3. Menunggu datangnya waktu sholat yang berikutnya setelah mengerjakan shalat. 

Huuufh

Innal insaana khuliqo haluu'a..   (Q.S. Al-Ma'aarij)  People have life, it is anugerah.  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) , anugerah adalah pemberian, ganjaran, atau karunia dari pihak yang berkedudukan lebih tinggi (seperti orang besar atau pemerintah) kepada pihak yang lebih rendah, atau karunia yang berasal dari Tuhan Yang Maha Esa . Kata orang kesehatan, nafas, jantung yang masih berdenyut, itu anugerah..  Anak-anak hasil buah dari pernikahan, juga anugerah. Kau lihat berapa lucunya ulah mereka, percakapan mereka, rengekan mereka, permintaan mereka, bahkan dengan kemarahan mereka. Suami/isteri, yang tadinya tidak dikenal lalu mau mendampingi hidupmu, memberikan penghasilannya untukmu, mengelola keuangan untuk keluarga kalian, mengambil peran untuk anak-anak kalian, mendidik anak-anak kalian, menyiapkan makanan di meja makan kalian, itu sangat patut disyukuri.  Syukurilah keberadaan pasangan kita dengan memperhatikan keadaannya, menanyakan apakah i...

Tulang Rusuk

Banyak waktu yang telah kita lewati bersama. Aku mengira akan mendapatkan sosok keluarga baru yang menyenangkan, ternyata tak juga. Rasanya seperti banyak kata menguap dari tulang kepala, ingin disampaikan namun kutak biasa Karena sering ada salah paham di antara kita.  Kenapa kita tidak seperti para suami-istri yang menikmati jalan pagi bersama? Kenapa kau tak meneleponku di perjalanan dinasmu? Mengapa kau tak memedulikan rasa letihku atau sekadar kita saling melempar keluhan bersama?  Apa kau masih menginginkanku?  Apa kau mau menggapai tanganku berjalan bersamamu?  Koneksi itu penting. Kita perlu membangun interaksi suami-istri di pernikahan yang rumit ini

TArgetan Ubah selama 3 minggu

TArgetan Ubah selama 3 minggu 1. Anak-anak lepas ketergantungan sama gadget, tau waktu, tau prioritas.  2. Makan makanan bergizi meski masak sendiri, gak harus MBG 3. Mau baca bukunya. Cinta Membaca 4. Murojaah tiap maghrib. Tadarus tiap hari  5. Kerjakan PR di hari diberikan guru 6. Belajar masak 7. Saling sayang adik kakak 8. Bisa bilang tidak pada teman yg memaksa 9. Memberitahu tidak dengan marah 10. Apresiasi kemajuan anak, perasaan anak. 

Mencari Dokter Gastroenterology

Oktober 2024, Kamis tanggal 24. Sore itu, sepulang sekolah, anakku bilang kepadaku bahwa pupnya ada darah yg menetes. Ini sama seperti bulan Mei lalu. Sudah konsul ke poli anak RSUD Kramat Jati juga.  Menurut dokter Dessi Gloria, Sp.A, ada wasir di dalam atau radang usus. Karena esoknya tidak berlanjut jadi tidak ditindaklanjuti. Nah hari ini, ketika sore itu ia mengeluhkan, saya langsung daftar online ke RSUD Kramat Jati lagi. Sore hari yang praktik saat itu adalah dokter Wulan Triyanti, Sp.A. Analisisnya juga kurang lebih sama. Tidak diresepi obat juga, hanya ada saran agar makanannya dibanyakin makan serat; sayur dan buah. Sebenarnya inti masalahnya ada di saluran pencernaan anak saya. Berhubung dia kurang suka makan sayur, padahal saya rajin masak sayuran, tapi dia masih suka makan buah. Maka dokter tersebut merujuk saya ke dokter gastroenterology di rumah sakit tipe A, katanya. Bisa ke RS Hermina atau RSIA Bunda.  Belakangan, saya baru tau bahwa ternyata tindakan kenosk...

Motherless

Menurut laman pencari Google, berdasarkan rangkuman AI-nya, 'motherless' adalah  istilah untuk anak yang tumbuh tanpa sosok ibu, baik karena ibu meninggal, berpisah dari ibu krn bapak ibunya bercerai, atau alasan lain yang membuat ibu tidak hadir dalam hidupnya . Kondisi ini dapat memengaruhi perkembangan emosional dan psikologis anak, seperti merasa tidak berharga, rentan stres, hingga kesulitan dalam menjalin hubungan di masa dewasa.   Makna "motherless" Secara harfiah:  Berarti "tanpa ibu" atau "tidak memiliki ibu". Kondisi:  Merujuk pada situasi di mana seorang anak kehilangan ibunya karena kematian, perceraian, atau ketidakhadiran lainnya,  situs IDN Times Jateng .   Dampak motherless Masalah psikologis:  Anak yang tumbuh tanpa ibu bisa mengalami stres, depresi, kecemasan perpisahan, dan kesulitan membangun rasa percaya diri. Kesulitan hubungan:  Mereka mungkin memiliki masalah dalam keintiman, terutama dengan perempuan, dan kesulitan memperc...

Tentang Hati yang Fluktuatif

Dear Diary, keberadaan kita di atas muka bumi ini adalah sebuah takdir hadiah. Apapun yang terjadi di dalamnya, kuharap kita tetap baik-baik saja.. Komitmen utk tetap ber-Iman dan ber-Islam harus disematkan kuat-kuat dalam dada tatkala angin menggoda jiwa dan membuatnya berkecamuk. Untuk kondisi ini, yang paling benar adalah dengan --memang harus-- berhati-hati dalammelangkah dan memutuskan, dan tetap bersabar dlm mengikuti anjuran AAllah dan Rasul utk tidak terpikat dunia; meletakkan harta duniawi cukup di tangan, meletakkan iman di hati--dengan berkewajiban memperbaharuinya (sering tafakkir, istighfar, dan membaca kalimat LAA ilaaha illaLLaah) dan menyuburkan iman dengan banyak bertakwa. Kita tak tau keikhlasan yang ditempuh seseorang dalam mengarungi hidupnya. Kita tidak tau telah seberapa banyak air matanya yang tumpah untuk mengadu pada Tuhannya. Kita tidak tau se-ridho apa ia dengan takdirnya. Oleh karenanya, kita tidak boleh menghakimi orang menurut penilaian kita. Kadang ad...

Aku Dulu Seperti Apa?

Dulu aku pernah suka. Pernah sangat-sangat suka dengan musik. Tapi di rumah tak ada yang membiasakannya. Sehingga aku mendengarkan radio sekedar untuk menyimak dan memutuskan lagi yang kusukai sekedar untuk menulis biodata diri di binder teman. wKWKwKWK Itu masa SMP-ku. Aku pun belum berjilbab ketika ke sekolah. Tapi, kalau les bahasa Inggris di IEC Pasar Rebo, aku pakai. Juga kalau pergi ke rumah saudara mamah yang di lingkungan habaib soleh, aku pake. Penyebabnya adalah, karena saat akan masuk kelas 1 SMP aku belum mens. Mungkin juga mamahku kurang berpikir jauh yang pasti anaknya akan mengalami masa menstruasiyang artinya aurat sudah harus ditutup kecuali muka dan telapak tangan--sehingga baju yang dipesan untuk tiga tahun bersekolah hanya yang berlengan pendek semua; putih-putih, putih-biru, batik, dan pramuka. Dulu juga belum diwajibkan berbusana muslim saat hari Jum'at. Jadi, ya begitu adanya 🌛 Kenal jilbab kapan? Niat pakai jilbab sewaktu sekolah SMA. Masih di sekolah...

Aku Kecewa Padamu

Kelahiran yang kesekian, regenerasi kulitmu akan terbarukan. Juga menurut ulama, dosa-dosamu sebelum melahirkan akan dihapus jua. Aku harap, aku tak melakukan dosa karena mencurigaimu atau menantangmu. Bukan tabiat aku yang seperti itu. Apa nyaman berada di nuansa gencatan bicara? Semula kau baik lalu kau mengecewakan dan amat mengecewakan, lalu kau berbuat baik padaku lagi lalu kau sejalan dengan pikiranku--ini yang paling aku senangi. Karena bertentangan dengan pikiran orang terdekat itu melelahkan. Lalu malam itu kau mengecewakan aku lagi dan menguatkan egomu untuk tidak mau membantu menyiapkan susu bagi anak keempatmu. Kalau kuprotes, anak itu siapa yang menginginkannya?, jawabnya kamu, tidak aku. Tapi kamu juga tidak bisa merawatnya, tepatnya kamu begitu cuek, mendukung kejumawaanmu 'itu bukan urusanku' dan menyerahkan semua urusan anak-anak--selain keuangan kepadaku. Mengajak kedua anak lelakimu untuk olahraga pagi saja kamu masih enggan. Tampaknya kamu tidak belajar...

Perkhianatan di Pernikahan

_Laki-laki yang sadar, perempuan yang sadar, tidak akan terjerat ke perselingkuhan. Kalau terjerat, berarti lagi gak sadar tentang dirinya. Dia kebanyakan mengamati yang di luar, bukan mengamati keluarganya._ Siang itu ketika sedang di toko es krim China yang sedang naik daun (Mixue) , saya ketemu mama A. Sejak sebulan lalu dari hari itu, mama A memang sounding ingin bercerita/ curhat/ ngadu, tentang hal yang menjadikannya merasa berada di titik terendahnya.  Tanpa janjian akan ketemu di toko itu, di pintu masuk toko ia menarikku. "Nin, gue pengen cerita banget sama lu dari kemaren-kemaren, eh nina sendiri juga lagi galau", serunya.  "Ya ampun Mba, gak nyangka ya kita bakal ketemu di sini", jawabku. Seminggu sebelumnya, aku mendatangi rumah mba R atau mama A sekedar ingin main sambil bawa nasi uduk. Mama A adalah teman TK pertama anak saya. Dari semua teman, yang paling terasa cocok adalah bergaul dengan mba R. Mungkin karena bulan lahir kami sama. Saat itu, ruma...

Apa ya ini judulnya

Kamu pikir perempuan yang baik mau nerima kamu yang sudah berkeluarga? Lagi-lagi suamiku mengirim chat WA yang mengesankan tertarik kepada salah seorang sales dealer salah satu perusahaan mobil asal Jepang. Tampaknya si mbak-mbak itu merespon datar sih, tapi di status WA si mbak2 itu ada sosok bentukan yg you know lah gaya pakaian biasanya para sales mejeng. Sebagai perempuan yang belajar iman, saya lebih ngeri melihat wanita yang seperti tidak punya rasa malu berambut panjang pirang, rok minim, dan musik editan foto yang semikoplo. Langsung saya hapus nomernya. Toh dia tidak berencana membeli mobil tahun ini. Juga, sebelum semuanya semakin rusak, fatal, dan berantakan. 2017, suami pernah 'ngobrol' serius (baca:curhat) tentang saya ke teman SMP nya. Bermula dari grup reuni SD. Kondisi rumah tangga teman perempuan SMP nya itu sedang berantakan. mereka saling curhat dan si perempuan di sana minta bantuan dana dan suami saya bersedia. Kalau ditanya sih, total mengirimnya sebes...

Pneumonia Anak?

November 2022 Aku mendapat kabar dari guru sekolahnya bahwa ia demam di sekolah. Hari Jumat. Maka langsung aku bawa ke RSUD terdekat untuk memastikan semuanya. Menjelang PTS kelas 2, ia memang mengalami batuk-batuk yang seakan tidak selesai. Batuknya berdahak. Semula saya anggap biasa saja. Entahlah siapa yang menularkan. Di rumah tidak ada yang merokok sama sekali. Juga pernah, saya menghabiskan sisa makanan yang belum habis ia makan, kemudian saya ikut batuk berdahak padahal sebelumnya sehat-sehat saja. Tenggorokan saya rasa sakit untuk menelan, lalu diikuti ada gumpalan di pangkal hidung. Cepat sekali menularnya, saya pikir. Dari mulai madu batuk, air jahe madu, buah jeruk, tablet hisap vitamin anak, tolak angin anak, ana konidin merah, semua belum juga membuat batuknya berhenti. Belakangan saya tahu bahwa untuk batuk berdahak, harusnya minum Ana Konidin Expectorant yang warna ungu.  Saya melangkahkan kaki ke RSUD yang sebelum era pandemi merupakan sebuah Puskesmas kecamatan. No...

Di Sebalik Hatimu

Aku tak tau apa yang menyebabkan dirimu sendu Kau banyak diam seperti merenung entah memendam apa  Hal yang tak kutau, hanya kau yang tau Di sebalik hatimu, Jika ada hal yang mengganggu pikiran, bicarakanlah  Minta pendapat supaya tuntas permasalahan yang ada  Jangan berdiam sendiri begitu  Orang tidak tau apa maksudnya jika tak kau sampaikan  Kau perlu tau reaksi mereka, jawaban mereka Maka bicaralah.. Bicaralah kau, Ayah terbaik.. Kau ayah terbaik yang menyelimutiku, menggendongku saat kutertidur di lantai, menepuk nyamuk-nyamuk yang menggigitku, memasakkan makanan untukku saat mamah tak ada  Kau sungguh ayah terbaik  Bahkan aku masih berharap suamiku menjadi sepertimu yang membelanjakan keperluan dapur istrinya, menepuk nyamuk yang mengintai anak-anaknya, mengajak anaknya shalat bersama di awal waktu,  Karena, ia tak terbiasa begitu  Karena, ia tak mau belajar untuk begitu

Ayahmu

Aku hanya bisa melihat sendunya suasana hati adikmu yang begitu pilu ditinggal meninggal ayahmu. Saat ia berhaji dan memimpin jamaah haji, saat ia difoto di pantai bersama mamamu, saat ia mengajar, saat kalian berfoto bertujuh di masjid yang kukenal, saat ia menjangkau ponakanmu, saat ia bercanda dengan ponakanmu. Aku hanya orang asing yang tidak pernah bertemu langsung dengan beliau. Tapi terkesan jelas bahwa ia penyayang dan pekerja keras. Ia figur ayah teladan di mana anak-anaknya pasti akan selalu mendoakannya, juga mencontoh dan meneruskan kebaikannya. Ketiga adikmu sangat terlihat bersedih dan kehilangan. Berita wafatnya ayahmu tersiar di nadi almamater sekolahmu. Yang kemudian aku tau, bahwa ia salah satu guru yang dihormati di pondok itu. Seperti Bilal bin Rabbah, yang tak berubah saat tekanan melanda. Ia tetap menyebut "Ahad...Ahad". Meski telah diambil Tuhan, ayah tetaplah cinta pertama anaknya. Seperti cintanya Majnun pada Layla yang telah mati. Lalu Majnun b...

Jangan Merana

Kata sebuah tulisan, hati itu luas tak berbatas. Bisa mengenang, mengharapkan, membenci, juga menyukai sesuatu. Jika ada yang bisa kukenang, itu adalah masa-masa ketika kumasih bersekolah dulu. Jika ada yang bisa kuharapkan, kuharap aku menuruti keinginan hatiku untuk mendatangi wisuda ke 90-mu itu sekalian bertemu keluargamu untuk membalas kedatanganmu padaku menemui orang tuaku sebelum kita lulus. Jika ada yang bisa kubenci, aku telah membenci diriku sendiri yang mencetus keonaran ini. Jika ada yang bisa kusukai, itu adalah berjalan bersamamu dalam ikatan takdir yang direstui dengan nama pernikahan. Tapi itu hanya bayangan belaka. Cerita semu khayalan hati. Hati yang mengkhianati dirinya sendiri atas takdir yang Tuhan gariskan.. Ia telah sempurna bersama yang lain, penggantimu seperti yang kau pinta. Jalani hidupmu sendiri, yakinkan kembali keputusan yang telah kau injak, senestapa apapun itu... Sebab, itulah jalanmu. Toh hidup tak selamanya nestapa. Hidup tak selamanya gula...

Hanya Rangkaian

Aku hanya punya pena dan kertas untuk menceritakan segalanya. Jika bisa kuputar waktu lewat Mesin Waktu, tentu tidak akan kuratapi kecewa di hati atas nuansa seperti ini. Nuansa bahagia semu yang membuatku ingin menarik akar permasalahannya namun akhirnya terjawab juga, selaras dengan apa yang kurasa. Mereka tidak nyambung denganmu. Hanya ada segelintir yang memahami namun tak bisa berbuat apa-apa. Lagu sedih dan kisah pilu membuat terjatuh kembali air mata ini Air mata yang tidak seharusnya keluar jika tangan ini kau genggam Aku telah memilih sekam dan meninggalkan permata dalam balutan jerami yang tidak kukenal. Padahal sebenarnya, permata itu yang kuharapkan

Nasihat Nenek

Selagi aku masih duduk di bangku SD, tidak jarang aku sering menginap di rumah kakek dan nenek di Kecamatan Jatinegara. Hal ini mungkin dipicu oleh sibuknya mamahku memiliki tiga orang anak yang masih kecil-kecil. Kelas 6 seingatku waktu itu. . . Di sana, nenek tinggal bersama kakek dan dua orang anaknya yang masih belum menikah, Om Hasan dan Tante Zakiyah. Keduanya merupakan adik kandung mamahku. Tante Zakiyah sibuk kuliah dan Om Hasan masih SMA. Di sana, selain mengerjakan PR matematika sekolah yang dibimbing Tante Zakiyah di rumah nenek, aku ikut membantu menyapu lantai. Saat itu aku masih anak-anak, belum bisa memasak. Di sana jadi dibandingkan dengan sepupu sepantaranku yang merupakan anak uwa. Bagi orang Betawi, tidak bisa memasak merupakan aib. Setidaknya, bisa memasak walau gorengan dan sambal, atau tumis-tumisan. . . Ketika duduk di bangku kelas 6 saat itu, aku telah memiliki dua orang adik. Tidak mudah berekspresi bagiku saat itu. Aku kecil lebih banyak diam, tersenyum, men...

Kehamilan Anak Ketiga

Sebenarnya kelahiran Bilsha sudah lama, hampir di akhir tahun lalu. Kalau diingat-ingat bagaimana saya mengalami kehamilan saat itu, cukup lucu karena saya hamil tapi tidak tau bahwa saya dalam keadaan sedang hamil. Ini sampai usia 2 minggu **gak lama sih ya  Jadi saat bulan September 2019, kk ipar saya yang tinggal di Malang mulai pindah menginjakkan kakinya di Jakarta. Kebersamaan bersama istri kk ipar dari mulai jalan-jalan ke Jonggol, berenang di kolam umum bawa anak-anak (kk-kknya Bilsha dan mbak Alyssa), juga main di mal Graha Cijantung. Sudah seperti kakak sungguhan bagi saya karena saya kebetulan tidak punya kakak kandung (karena saya anak pertama).  Nah sekitar bulan Februari 2020, kebetulan istri kakak ipar nge-WA mengajak berenang di kolam renang khusus wanita, House of Shafa-Tebet. Saat itu saya tidak mengiyakan yang sebelumnya selalu sepakat. Saya merasa tidak enak badan. Agak greges badan dan ga pengen keluar rumah. Akhirnya beliau berangkat berdua bersama a...

Curhat tentang Hubungan Ideal dengan Pasangan Yang Seharusnya

Pernikahan memang hal misteri yang tidak bisa kita tebak ada ujian apa di dalamnya. Rasa sedih, kecewa atas pasangan yang kita punya harap atasnya, pertanyaan-pertanyaan dalam hati tentang apakah ini benar, apakah dia pasanganku, kenapa aku merasa sendiri bertumbuh mengasuh anak-anak sehingga tidak nyaman dengan tingkah cueknya yang bersikap semaunya. Mungkin setiap individu yang menikah pernah ada di fase itu. Yang sedang aku rasa sekarang adalah aku banyak menonton kasus si pasangan selebriti yang akhirnya aku berkaca dari mereka. Ternyata terlalu banyak menyimak kondisi dan kesedihan mereka dapat membawa kita dalam sikap berani melawan ketika kecewa terhadap pasangan. Pasangan seharusnya menjadi tempat ternyaman. Hellow, elo nikah sama manusia yang punya rasa punya pikiran. Ajak bicara dong! Komunikasi agar pernikahan kalian sepaham dan seru!! Misalpun kurang sepaham tapi sering ada minta maaf dan menyepakati pembicaraan, maka masih dapat dimengerti. Setelah kita lela...