Banyak waktu yang telah kita lewati bersama. Aku mengira akan mendapatkan sosok keluarga baru yang menyenangkan, ternyata tak juga. Rasanya seperti banyak kata menguap dari tulang kepala, ingin disampaikan namun kutak biasa Karena sering ada salah paham di antara kita.
Kenapa kita tidak seperti para suami-istri yang menikmati jalan pagi bersama? Kenapa kau tak meneleponku di perjalanan dinasmu? Mengapa kau tak memedulikan rasa letihku atau sekadar kita saling melempar keluhan bersama?
Apa kau masih menginginkanku?
Apa kau mau menggapai tanganku berjalan bersamamu?
Koneksi itu penting. Kita perlu membangun interaksi suami-istri di pernikahan yang rumit ini
Komentar
Posting Komentar