Masih saja Tiana meratapi rasa sedihnya pisah dengan teman baiknya sewaktu di bangku kuliah. Ia dinikahkan dengan seseorang yang lain yang baru ia kenal. Tiana menerima karena menghargai pilihan yang datang melalui teman ibunya. Tentunya ini membawa konsekwensi tersendiri di hati seorang Tiana. Siapa sangka, Tiana yang kalau orang luar melihatnya ramah, lembut, tidak suka membahas aib orang lain, kini menjadi berseberangan. Tiana bercerita kepadaku bahwa sebelum ia menggelar acara lamaran, saat ia akan ke pasar grosir untuk membeli perlengkapan seserahan bersama calon suaminya, tas dompetnya terhempas di mana di dalamnya ada KTP, SIM A, SIM C, Kartu mahasiswa, kartu perpustakaan kampus, kartu donor darah, dan kartu ATM. Sebelum menikah, Tiana tak mengira itu hanya firasat. Namun setelah menikah dengan seseorang yang bukan harapannya, Tiana baru menyadari bahwa kejadian itu mungkin adalah upaya Tuhan untuk memberitahu sesuatu. Tiana dan suaminya hanya beda dua tahun. Keduanya semp...
Menulis dan me-republikasi artikel bagus/ info menarik Selamat Menelusuri!