Radwati adalah seorang wanita kelahiran 1953 yang menikah dengan seorang pria agak tua selisih 10 tahun di atasnya.
Setelah Radwati menikah, ia memiliki 3 orang anak yang kesemuanya mendapatkan limpahan kasih-sayang. Suami Radwati seorang pekerja di bank pemerintah, dulunya.
Radwati masih berusia 22 tahun saat mengenal suaminya, Bambu. Bambu seorang pria keturunan Madura yang bertubuh gempal, berambut keriting, dan berbulu lebat di banyak bagian tubuhnya.
Bambu adalah suami yang baik. Ia tidak pernah berputus-asa dan pekerja keras agar kelak anak-anaknya bisa hidup berkecukupan.
Bambu dan Radwati memberi nama anak pertama mereka Doni, Rima, dan Arif. Radwati termasuk perempuan berkemauan kuat sehingga saat anak-anaknya tersudut, ia akan membela mati-matian sehingga anaknya lupa berintrospeksi dan menganggap masalahnya sudah tuntas. Radwati lupa mengaharkan kepada anaknya arti menyayangi orang lain, arti kepekaan, juga solidaritas.
Rasa sayang Radwati ke anak-anaknya menyebabkan anaknya besar kepala dan keras hati.
Oktober 2024, Kamis tanggal 24. Sore itu, sepulang sekolah, anakku bilang kepadaku bahwa pupnya ada darah yg menetes. Ini sama seperti bulan Mei lalu. Sudah konsul ke poli anak RSUD Kramat Jati juga. Menurut dokter Dessi Gloria, Sp.A, ada wasir di dalam atau radang usus. Karena esoknya tidak berlanjut jadi tidak ditindaklanjuti. Nah hari ini, ketika sore itu ia mengeluhkan, saya langsung daftar online ke RSUD Kramat Jati lagi. Sore hari yang praktik saat itu adalah dokter Wulan Triyanti, Sp.A. Analisisnya juga kurang lebih sama. Tidak diresepi obat juga, hanya ada saran agar makanannya dibanyakin makan serat; sayur dan buah. Sebenarnya inti masalahnya ada di saluran pencernaan anak saya. Berhubung dia kurang suka makan sayur, padahal saya rajin masak sayuran, tapi dia masih suka makan buah. Maka dokter tersebut merujuk saya ke dokter gastroenterology di rumah sakit tipe A, katanya. Bisa ke RS Hermina atau RSIA Bunda. Belakangan, saya baru tau bahwa ternyata tindakan kenosk...
Komentar
Posting Komentar