Dulu aku pernah suka. Pernah sangat-sangat suka dengan musik. Tapi di rumah tak ada yang membiasakannya. Sehingga aku mendengarkan radio sekedar untuk menyimak dan memutuskan lagi yang kusukai sekedar untuk menulis biodata diri di binder teman. wKWKwKWK
Itu masa SMP-ku.
Aku pun belum berjilbab ketika ke sekolah. Tapi, kalau les bahasa Inggris di IEC Pasar Rebo, aku pakai. Juga kalau pergi ke rumah saudara mamah yang di lingkungan habaib soleh, aku pake.
Penyebabnya adalah, karena saat akan masuk kelas 1 SMP aku belum mens. Mungkin juga mamahku kurang berpikir jauh yang pasti anaknya akan mengalami masa menstruasiyang artinya aurat sudah harus ditutup kecuali muka dan telapak tangan--sehingga baju yang dipesan untuk tiga tahun bersekolah hanya yang berlengan pendek semua; putih-putih, putih-biru, batik, dan pramuka. Dulu juga belum diwajibkan berbusana muslim saat hari Jum'at. Jadi, ya begitu adanya 🌛
Kenal jilbab kapan? Niat pakai jilbab sewaktu sekolah SMA. Masih di sekolah umum juga, bukan sekolah islami, entah kenapa saya pengen banget masuk sana, SMA 14 Jakarta. Ternyata di situlah tempat pembentukan pribadi saya.
Setidaknya, saya mulai berani jadi anggota ekskul KBPL. Ekskul yang mengusung alat tulis.
Di SMA juga saya menjadi anggota Rohis yang pembiasaan ghadul basharnya kuat bgt. Di setiap acara Rohis diputar nasyid Islami, baik yang acapella seperti Snada, Gradasi, maupun yang non-acapella seperti Raihan, Brothers, The Fikr, In-Team, Saujana, Hijjaz.
Otomatis radio yang saya simak adalah 107,00 FM, 95,5 RAS FM, dan 98,8 Muslim FM. Meskipun, saya ndak tau apakah fiqihnya sama atau tidak..🙅♀️
Oktober 2024, Kamis tanggal 24. Sore itu, sepulang sekolah, anakku bilang kepadaku bahwa pupnya ada darah yg menetes. Ini sama seperti bulan Mei lalu. Sudah konsul ke poli anak RSUD Kramat Jati juga. Menurut dokter Dessi Gloria, Sp.A, ada wasir di dalam atau radang usus. Karena esoknya tidak berlanjut jadi tidak ditindaklanjuti. Nah hari ini, ketika sore itu ia mengeluhkan, saya langsung daftar online ke RSUD Kramat Jati lagi. Sore hari yang praktik saat itu adalah dokter Wulan Triyanti, Sp.A. Analisisnya juga kurang lebih sama. Tidak diresepi obat juga, hanya ada saran agar makanannya dibanyakin makan serat; sayur dan buah. Sebenarnya inti masalahnya ada di saluran pencernaan anak saya. Berhubung dia kurang suka makan sayur, padahal saya rajin masak sayuran, tapi dia masih suka makan buah. Maka dokter tersebut merujuk saya ke dokter gastroenterology di rumah sakit tipe A, katanya. Bisa ke RS Hermina atau RSIA Bunda. Belakangan, saya baru tau bahwa ternyata tindakan kenosk...
Komentar
Posting Komentar