Pernikahan memang hal misteri yang tidak bisa kita tebak ada ujian apa di
dalamnya. Rasa sedih, kecewa atas pasangan yang kita punya harap atasnya,
pertanyaan-pertanyaan dalam hati tentang apakah ini benar, apakah dia
pasanganku, kenapa aku merasa sendiri bertumbuh mengasuh anak-anak sehingga
tidak nyaman dengan tingkah cueknya yang bersikap semaunya. Mungkin setiap
individu yang menikah pernah ada di fase itu.
Yang sedang aku rasa sekarang adalah aku banyak menonton kasus si pasangan
selebriti yang akhirnya aku berkaca dari mereka. Ternyata terlalu banyak menyimak
kondisi dan kesedihan mereka dapat membawa kita dalam sikap berani melawan ketika kecewa terhadap
pasangan.
Pasangan seharusnya menjadi tempat ternyaman. Hellow, elo nikah sama
manusia yang punya rasa punya pikiran. Ajak bicara dong! Komunikasi agar
pernikahan kalian sepaham dan seru!! Misalpun kurang sepaham tapi sering ada
minta maaf dan menyepakati pembicaraan, maka masih dapat dimengerti. Setelah
kita lelah mencari nafkah, merawat anak-anak, mendidik mereka, juga punya role
plan bagaimana akan mendidik anak ke depannya. Suami harus lebih kaya wawasan
tentang ini. Harus banyak membaca, belajar mempraktikkan teori dalam mengasuh
anak-anak, terlebih di zaman teknologi berkembang sekarang. Jangan ragu,
bicarakan dengan ini ke pasanganmu. Kalian harus saling percaya, saling memegang
erat komitmen, sering meminta maaf satu sama lain walaupun saat ini masih satu
pihak yang aktif meminta maaf duluan, tapi di lain waktu percayalah dia akan
belajar mudah meminta maaf, terlebih dia di kantornya sebagai pimpinan, pasti
tidak mudah baginya meminta maaf, maklumi saja. Sebagai pasangan, kita yg harus
mengerti dia. Walau, lama-kelamaan jadi capek juga rasanya. Karena:: pernikahan
seharusnya menjadi tempat yang sehat dan pasangan seharusnya menjadi tempat
ternyaman.
Oktober 2024, Kamis tanggal 24. Sore itu, sepulang sekolah, anakku bilang kepadaku bahwa pupnya ada darah yg menetes. Ini sama seperti bulan Mei lalu. Sudah konsul ke poli anak RSUD Kramat Jati juga. Menurut dokter Dessi Gloria, Sp.A, ada wasir di dalam atau radang usus. Karena esoknya tidak berlanjut jadi tidak ditindaklanjuti. Nah hari ini, ketika sore itu ia mengeluhkan, saya langsung daftar online ke RSUD Kramat Jati lagi. Sore hari yang praktik saat itu adalah dokter Wulan Triyanti, Sp.A. Analisisnya juga kurang lebih sama. Tidak diresepi obat juga, hanya ada saran agar makanannya dibanyakin makan serat; sayur dan buah. Sebenarnya inti masalahnya ada di saluran pencernaan anak saya. Berhubung dia kurang suka makan sayur, padahal saya rajin masak sayuran, tapi dia masih suka makan buah. Maka dokter tersebut merujuk saya ke dokter gastroenterology di rumah sakit tipe A, katanya. Bisa ke RS Hermina atau RSIA Bunda. Belakangan, saya baru tau bahwa ternyata tindakan kenosk...
Komentar
Posting Komentar