_Laki-laki yang sadar, perempuan yang sadar, tidak akan terjerat ke perselingkuhan. Kalau terjerat, berarti lagi gak sadar tentang dirinya. Dia kebanyakan mengamati yang di luar, bukan mengamati keluarganya._
Siang itu ketika sedang di toko es krim China yang sedang naik daun (Mixue) , saya ketemu mama A. Sejak sebulan lalu dari hari itu, mama A memang sounding ingin bercerita/ curhat/ ngadu, tentang hal yang menjadikannya merasa berada di titik terendahnya.
Tanpa janjian akan ketemu di toko itu, di pintu masuk toko ia menarikku.
"Nin, gue pengen cerita banget sama lu dari kemaren-kemaren, eh nina sendiri juga lagi galau", serunya.
"Ya ampun Mba, gak nyangka ya kita bakal ketemu di sini", jawabku.
Seminggu sebelumnya, aku mendatangi rumah mba R atau mama A sekedar ingin main sambil bawa nasi uduk. Mama A adalah teman TK pertama anak saya. Dari semua teman, yang paling terasa cocok adalah bergaul dengan mba R. Mungkin karena bulan lahir kami sama. Saat itu, rumahnya tertutup semua; pintu dan jendela. Biasanya dibuka sedikit kalau memang sedang ada di rumah. Akhirnya saya pulang. Saya menceritakan ini kepada mba R.
Kami duduk di teras toko kosmetik samping toko es krim itu. Duduk, ngedeprok.. Tiba-tiba mba R bilang,
"Suami gue selingkuh Nin..."
Bagai ditabok petir saya mendengarnya.
"Koq bisa Mbaaaaa?? Sama siapa..???"
"Orang yang gue kenal Nin.π’π’π’" katanya lagi.
"Ya Alloh Mba, baru aja gua curhat ke Mba tentang kemarin. Eh skrg malah Mba yang kena π". Aku tak bisa membayangkan betapa mengerikannya kehidupan berumahtangga akhir-akhir ini.
"Si cewek udah dibeliin motor sama laki gue, HP, dilunasin utang-utangnya, pake jalan-jalan juga ke banyak tempat kaya penganten baruππ. Padahal sekolah anak gue yang mau lulus SD juga masih ada tunggakan..."
Ya Allah, tega sekali suaminya. Terasa teriris hati saya dibuatnya. Mendengarnya saja saya sudah gak kuat. Apalagi mengalaminya.
Menurut Mba R, dia gak pernah minta apa-apa sama suaminya. HP, skincare, dia yang berusaha dengan tenaganya dengan berjualan. Kebetulan mba R jago masak dan bikin kue. Kuenya nikmat dan masakannya lezat.
Tak jarang ia mendapat banyak orderan dari relasinya.
Mungkin sebagai istri, tak apalah kalau kita minta persediaan untuk beli ini-itu yang bermakna bagi kehidupan di rumah.
Saking mba R yang mandiri, mungkin suaminya merasa kurang diperlukan.
Tapi seharusnya yang namanya suami, meskipun istrinya mapan sekalipun, yang namanya kewajiban nafkah itu diberikan dari suami ke istri.
Mba R pun bercerita lagi, dua mingguan kemarin ia drop, pergi ke psikiater yang sekali tatap muka bayar 700ribu rupiah. Belum lagi batinnya terkoyak, tercabik, dikhianati oleh orang terdekat dirinya yang ia sayang. Kejadian itu masih ia rahasiakan dari keluarga sang suami. Tapi adik kandung mba R sudah tau. Dan kabarnya udah gak bisa punya respek yang sama ke kakak iparnya. Sungguh kasihan mba R..
Kasus yang ada di mba R mungkin yang terlihat di permukaan. Diselami lagi, bisa ketemu banyak, dari mulai yang dikawini siri, pacaran (baca: zina) saja, atau entah hubungan apa.
Saya belum ada apa-apanya jika dibandingkan yang dialami mba R. Jangan sampai.. Tapi sebagai sesama istri, panas dada saya dengan kasus model begini. Rasanya ingin menemui si perempuan itu.
Kebetulan saya juga kenal sosok perempuan yang dimaksud mba R karena area rumah kami sekawasan. Awalnya agak kurang percaya karena ia terlihat seperti perempuan baik-baik. Tapi, mana ada perempuan baik yang menjalin hubungan dengan suami orang yang ia kenal. Aku tak habis pikir apa yang ada di pikiran mereka berdua. Sudah sama-sama dikaruniai pasangan halal, mana sama-sama ada anak yang lebih dari 2, malah mencoba menjalin yang haram.
Kini suami mba R mengaku menyesal dan tak ingin kembali ke perbuatan yang merendahkan harkat, martabat, harga dirinya sendiri juga keluarganya.
Tujuan saya menulis di sini adalah bukan utk mengumbar aib orang, tapi untuk selalu menjadi perhatian kita bahwa setan berusaha menggoyahkan pernikahan yang telah diikrar. Tidak ada laki-laki yang selamat dari fitnah perempuan, bahkan ustadz sekalipun! Begitu kata Ustad Oemar Mitta. Oleh karena itu, sebagai pribadi, sudah sangat bijak jika mau mengendalikan diri, menata kembali hati
meluruskan tindakan dan perbuatan semata-mata bersabar untuk menjaga komitmen pernikahan. Karena penjahat paling kakap dalam pernikahan adalah berkhianat kepada pasangan alias berselingkuh..
Komentar
Posting Komentar